Jumat, 14 Juni 2013

Tahitian Noni untuk Demam Berdarah di Purwakarta



Dengue Hemorrhagik Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue tipe 1-4, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
·         Penularan : melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
·         Gejala :
o   Demam tinggi mendadak.
o   Dapat  menyebakan syok karena pendarahan.
·         Dianogsa  : Demam
·         Laboratorium :
o   Trombositopenia.
o   Hematokrit meningkat.
·         Terapi : Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB) original /extra :
o   Anti Virus.
o   Antipiretik.
o   Stimulasi sel megakariosit SST → meningkatkan jumlah trombosit.
o   Imunomodulator.

Ø  Masa inkubasi rata—rata 5-8 hari.
Ø  Virus hanya dapat hidup dalam sel yang hidup → sehingga harus bersaing dengan sel manusia terutama dalam kebutuhan protein → persaingan tersebut sangat tergantung pada daya tahan tubuh manusia.
Sebagai reaksi terhadap infeksi terjadi:
(1)    Aktivasi sistem komplemen sehingga dikeluarkan zat Anafilaktosin yang menyebabkan peningkatan permiabilitas kapiler sehingga terjadi perembesan plasma dari ruang intravaskular ke ekstravaskular.
(2)    Agregasi trombosit menurun, apabila kelainan ini berlanjutan akan menyebabkan kelainan fungsi trombosit sebagai akibatnya akan terjadi mobilisasi sel trombosit muda dari sumsum tulang dan
(3)    Kerusakan sel endotel pembuluh darah akan merangsang atau mengaktivasi faktor pembekuan.

Patofisiologi DBD
-          Virus dengue → menimbulkan viremia → aktifkan complement → terjadi kompleks imun Antibodi – virus → melepaskan zat C3a, C5a, bradikinin, thrombin, Histamin → merangsang PGE2 di Hipotalamus → termo regulasi instabil yaitu hipertermia(demam) yang akan meningakatkan reabsorbsi Na+ dan air sehingga terjadi hipovolemi. ­(hipovolemi juga disebabkan oleh kebocoran plasma)
-          Komplek imun antibody – virus → agregasi trombosit sehingga terjadi gangguan fungsi trombosit → trombositopeni dan koagulopati.
-          Ketiga hal tersebut menyebabkan pendarahan berlebihan yang jika berlanjutan terjadi syok → kematian.

Gejala DBD
·         Demam tinggi mendadak, >38°C, 2-7 hari
·         Demam tidak dapat teratasi dengan penurun panas.
·         Mual, muntah, nafsu makan dan minum berkurang
·         Nyeri sendi, nyeri otot (pegal-pegal)
·         Nyeri kepala, pusing
·         Nyeri atau rasa panas di belakang bola mata
·         Wajah kemerahan
·         Nyeri perut
·         Konstipasi (sulit buang air besar) atau diare

Ø  DBD dibagi atas beberapa derajat, yaitu :
DHF derajat I :
Tanda-tanda infeksi virus, dengan menifestasi perdarahan yang tampak hanya dengan uji Torniquet positif.
DHF derajat II :
Tanfa infek virus dengan manifestasi perdarahan spontan (mimisan, bintik-bintik merah)

DHF derajat III :
disebut juga fase pre syok, dengan tanda DHF grade II namun penderita mulai mengalami tanda syok; kesadaran menurun, tangan dan kaki dingin, nadi terabah cepat dan lemah, tekanan nadi masih terukur.
DHF derajat IV :
Atau fase syok (disebut juga dengue syok syndrome/DSS), penderita syok dalam dengan kesadaran sangat menurun hinga koma, tangan dan kaki dingin dan pucat, nadi sangat lemah sampai tidak teraba, tekanan nadi tidak dapat terukur.
Diagnosa DBD
Diagnose ditegakkan berdasarkan:
1.       Gejala klinis.
2.       Pemeriksaan darah:
Menurut kriteria WHO (world Healt Organization) diagnosis DBD hanya dibuat berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium trombosit dan hematokrit.
-          Trombositopenia, yaitu jumlah trombosit <150.000/mmᶟ (normalnya 150-450 ribu/mmᶟ)
-          Hemokonsetrasi, yaitu pengentalan darah akibat perembesan plasma (komponen darah cair non seluler) → nilai hematokrit (Hct) meningkatkan 20% dari nilai normalnya.

Terapi Tahitian Noni Bioactive Beverage
Ø  Iridoid sebagai Zat bioactive utama Tahitian Noni Bioactive Beverage efek :
1.       Anti virus → atasi virus DBD
2.       Anti inflamasi yang poten → atasi kebocoran pembuluh darah → eleminasi syok.
Ø  Tahitian Noni Bioactive Beverage mengandung quersetin :
·         Menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yangf berarti menghambat pertumbuhan virus RNA.
·         Dapat menurunkan permeabilitas pembuluh darah.
·         Stimulasi jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit sumsum tulang meningkatkan jumlah trombosit.
·         Aktivitas sistem komplemen dan sekresi TNF-Alfa oleh monosit dalam
·         Mekanisme penurunan permeabilitas pembuluh darah.
·         Tahitian Noni Bioactive Beverage berefek anti demam → atasi demam → atasi dehidrasi.
·         Tahitian Noni Bioactive Beverage memiliki 18 asam amino esensial yang bermanfaat untuk energi dan regenerasi sel sakit.
·         Tahitian Noni Bioactive Beverage sebagai Imunomudulator → meningkatkan imunitas tubuh.
·         Konsumsi  Tahitian Noni Bioactive Beverage dianjurkan konsumsi air 2-3 liter per hari.

Jumat, 07 Juni 2013

Terapi Tahitian Noni Untuk Hipertensi di Purwakarta



APA ITU HIPERTENSI ?
Ø  Hipertensi adalah suatu penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolic di atas tekanan darah normal

v  KLASIFIKASI :
SISTOLIK (S)   DIASTOLIK (D)

q  Normal : tekanan sistolik ≤120 mmHg--dan tekanan diastolik ≤80mmHg
·         Normal tinggi prehipertensi S : 120-139 D: 80-89
·         Hipertensi derajat 1 S : 140-159 D : 90-99
·         Hipertensi derajat 2 S : ≥160 D : ≥100
PENYEBAB HIPERTENSI
Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi atas 2 :
1.       Hipertensi Primer
ü  Disebut juga hipertensi esensial.
ü  90-95% hipertensi jenis ini.
ü  Penyebabnya belum diketahui secara pasti.
ü  Diduga terkait dengan faktor herediter.
ü  Multifactor sebagai pemicu : stress, aktivasi saraf simpatis, merokok, alkohol, konsumsi garam, MSG, gaya hidup dan berat badan yang berlebihan atau obesitas.

2.       Hipertensi Sekunder
Ø  Hipertensi timbul akibat penyakit lain. Misal pada penyakit:
A.      Tumor Suprarenalis.
B.      Tumor Ginjal.
C.      Kelainan hormpnal : ‘hiperaldosTeronisme’
D.      Kelainan pembulu darah.
E.       Hiperkolesterol → Aterosklerosis
Gejala : sering tanpa gejala. Biasanya sakit kepala.
Tekanan darah dipengaruhi oleh dua hal : Curah jantung dan tahanan perifer.
Terapi Tahitian Noni Bioactive Beverage Original/ Extra/ Maxidoid :
·         Berefek ACE inhibitor (angiotensin convertin enzim) → curah jantung turun → tekanan darah turun.
·         Menurunkan tahapan perifer → menghambat aktivitas enzim COX-2 → mengatasi inflamasi → atasi penyempitan pembulu darah  → tekanan darah turun.
·         Kandungan Tahitian Noni scopoletin → mengelastiskan pembuluh darah
·         Menginduksikan produksi nitric oxide sel endotel → pembuluh darah elastik → vasodilatasi.

Keseimbangan tekanan darah ?
1.       Sistim syaraf : yang mengontrol pembuluh darah dan jantung.
2.       Ginjal : yang mengontrol volume cairan tubuh dan sistim reninangiotensin
RUMUS TEKANAN ARTERI
Tekanan Arteri = Curah Jantung x Tahanan perifer Total

KOMPLIKASI HIPERTENSI
1.       Stroke.
2.       Penyakit jantung koroner.
3.       Gagal Ginjal.
4.       Kelainan pada mata.

Tahitian Noni Menurunkan curah jantung ?
Menghambat enzim ACE dan enzim shimase (jalur alternative membentuk angiotensin II) → menghambat sistim R-A-A (Renin-Angiotensin-Aldosteron) → volume darah turun  → tahanan turun → tekanan darah turun
Tahitian Noni Menurunkan Tahanan Perifer ?
Mekanisme kerja Tahitian Noni:
a.       Pada penyempitan pembuluh darah oleh aterosklerosis
·         Menghambat aktifitas enzim COX-2
·         Menghambat pembentukan asam arakidonat
·         Menghambat pembentukan prostaglandin-2 (PGE-2)
·         Mengatasi inflamasi
ü  Menghambat aktivitas enzim 5-LOX dan 15-LOX
ü  Menghambat produksi asam arakidonat
ü  Menghambat lekotrin
ü  Mengurangi inflamasi

Bagaimana Tahitian Noni menurunkan tahanan perifer ?
Mekanisme kerja Tahitian Noni :
b.      Kandungan Tahitian Noni
Scopoletin → mengelastiskan pembuluh darah
c.       Menginduksikan produksi nitric Oxide sel- sel endotel   pembuluh darah elastis →vasodilatasi.


Selasa, 05 Maret 2013

Berhenti Konsumsi Jus Mengkudu

Jus Mengkudu Noni
Pernahkah Anda mengonsumsi Jus Mengkudu?  Jika ya, sebaiknya kebiasaan tersebut dihentikan.  Itu dapat membahayakan kesehatan bila dikonsumsi dalam waktu relatif lama.

Secara tradisi, banyak orang mengonsumsi mengkudu dengan cara membuatnya dalam bentuk jus.  Buah dipetik dari pohonnya, dibiarkan berminggu-minggu sampai lembek atau benyek, lalu diblender sehingga berbentuk sari mengkudu.

Meskipun aromanya sangat bau, sebagian orang rela melakukannya demi manfaat yang dihasilkan jus mengkudu.  Sebagian orang merasakan manfaatnya dan meneruskan kebiasaan ini.  Mereka mengolahnya dengan beberapa kali filterisasi, membuang kandungan busa dari proses blenderisasi.

Merasakan manfaatnya?  Tunggu dulu.  Anda mungkin merasakan sedikit manfaatnya.  Tetapi bila kebiasaan mengolah sendiri dan mengonsumsinya langsung berlangsung lama, dapat dipastikan kerusakan sel pencernaan akan terjadi.  Selain itu, kerusakan yang lainnya bisa mengikut.


Hakikat Pohon Mengkudu

Mengkudu adalah masuk dalam varian medical plant.  Dengan demikian buah mengkudu adalah jenis buah untuk obat-obatan.  Ini yang membedakannya dengan jenis buah yang dikategorikan "super fruit".

Pohon mengkudu dapat tumbuh liar, di manapun.  Ia adalah pohon yang dapat hidup di manapun dan akan menghisap (tanpa filter) semua yang ada di sekelilingnya, termasuk dari tanah maupun udara.  Karena itu, buah ini akan sangat bau sebab ia sesungguhnya menghisap "racun-racun" yang ada di sekitarnya.  Selain itu, bagian tertentu dari buah ini memiliki kandungan busa yang cukup tinggi.  Kandungan busa ini dapat membersihkan lapisan usus, sehingga usus terkikis dan tipis.

Berbahaya sekali.  Ya, sangat berbahaya karena sesungguhnya kandungan yang ada di dalamnya mengandung "racun".  Racun inilah yang akan masuk ke dalam tubuh.  Jika pohonnya tumbuh di sekitar selokan, makan racun-racun dari limbah rumah tangga yang akan ia serap.  Jika pohonnya tumbuh di dekat penampungan kotaran, ia juga menyerap yang demikian.  Jika ia tumbuh di pinggir jalan raya, ia akan menghisap polusi dari berbagai asap kendaraan atau pabrik.

Proses pengolahannya juga sangat perlu diperhatikan...Jadi, stop mengonsumsi jus mengkudu mulai hari ini.

Jus Mengkudu Tahitian Noni
Jus Noni Tahiti
Jus mengkudu yang diproduksi Tahitian Noni harus dibedakan.  Perbedaan pertama adalah jenis mengkudunya.  Varian yang tumbuh liar di kepulauan French Polynesia ini adalah Morinda Citrifolia.  Melalui penelitan yang dilakukan Dr. Scott Gerson, dari 80 genus Morinda di dunia, genus Citrifolia adalah yang paling unggul kandungannya.  Jenis ini hanya ada dan tumbuh di tiga daratan: Tahiti, Hawai, India.

Kedua, kepulauan Tahiti terdiri dari pulau-pulau kecil di samudera Pasific.  Daratan pulau-pulau ini berasal dari gempa bawa laut.  75 % daratannya berada di bawah garis permukaan air lau.  Dengan demikian, kandungan mineral daratannya cukup tinggi.  Dengan dataran yang terjal dan bergunung-gunung, masyarakat yang tinggal hampir hidup menyatu dengan alam, tanpa kendaraan layaknya di kota atau desa.  Dengan demikian, alamnya sangat "pristine".

Tahitian Noni Indonesia
Ketiga, Tahitian Noni International adalah perusahaan pertama di dunia yang mengolah mengkudu menjadi minuman kesehatan.  Perusahaan ini adalah satu-satunya perusahaan di dunia yang memiliki laboratorium terlengkap untuk mengkudu.

Keempat, perusahaan ini berdiri dengan  pilar: "Aman, Terstandarisasi, Alami, Terbukti Secara Ilmiah (Science Proven), dan Uji Klinis".  Dengan pilar yang ada ini, Jus Mengkudu Tahiti dipastikan aman dan memiliki efek positif.  Uji Klinis dan Hak Patent yang dimiliki Tahitian Noni terus bertambah.  Sebagai berita terupdate, saat ini Juice Tahitian Noni telah memiliki 26 Uji Klinis dan 74 Hak Patent International.

Berhentilah konsumsi Jus Mengkudu buatan Anda dan perusahaan yang belum memiliki standar di atas.  Konsumsilah Jus Mengkudu Tahiti atau yang dikenal dengan Tahitian Noni Juice .









Senin, 18 Februari 2013

Morinda Citrifolia



Keberadaan produk-produk yang dhasilkan oleh perusahaan Tahitian Noni tidak lepas dari adanya kandungan Morinda Citrifolia atau yang dikenal dengan nama NONI.  Sejak dahulu noni memang dikenal sebagai bahan obat.  Bahkan para leluhur dari orang-orang yang mendiami kepuluan asia pasific menganggap noni sebagai tanaman dewa.

Seiring perkembangan jaman, mulai banyak penelitian yang mendukung manfaat tanaman ini sebagai: antiradang, antihistamin, antijamur, AB, antiviral, antikanker, hipotensif, pain killer, meningkatkan daya tahan tubuh, diuretik, peluruh haid, pembersih darah, antiseptik, pelembut kulit, pereda batuk.


Zat Aktif

Buah noni mengandung lebih 200 zat aktif.  Beberapa di antaranya: alkaloid (triterpenoid, proxeronine), polysaccharide (damnacanthal), sterol, coumarin, scopoletin, ursolic acid, linoleic acid, caproic acid, caprylic acid, iridoid, asperuloside, vitamin (C, A, karoten).  Juga terdapat golongan anthraquinones seperti: nordamnacanthal, morindone, rubiadin, rubiadin-1-methyl ether, dan anthraquinone glycoside.  Iridoid adalah komponen paling besar dan utama di dalam Tahitian Noni.
Tahitian Noni Purwakarta


Hadirnya terminologi Iridoid sejal dilaunching di tahun 2010 memberikan banyak wacana baru di tengah perkembangan bisnis Tahitian Noni International (kini: Morinda Bioactives) yang mendunia ini.  Oleh karena itu, sebuah Simposium Iridoid satu-satunya yang pernah ada dalam dunia penelitian digelar dan disponsori oleh TNI dengan tujuan semakin banyak para peneliti memahami akan Iridoid dan bagaimana komponen ini menjadi bioactive yang terus berkembang penemuannya dalam dunia ilmu pengetahuan.

Minggu, 17 Februari 2013

Terapi Tahitian Noni untuk Demam Berdarah



Demam tifoid adalah suatu penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh infeksi kuman Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi.  Cara penularan melalui feco-oral àmulut-makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri salmonella.

Gejala: demam, terutama sore – malam.  Malam lebih panas daripada pagi dan siang hari; Lidah kotor, biasa ada sariawan.

Terapi Tahitian Noni Bioactive Beverage
1.       Anti mikroba.  TNBB mengandung zat bioaktif yang bersifat antimikroba: Etanol, metanol dan astil asetat.
2.       Anti kandida.  Quersetin sebagai  zat bioaktif yang dapat membunuh jamur kandida.
3.       Anti inflamasi.  Iridoid sebagai antiinflamasi yang potensial mengatasi peradangan usus.  Ini untuk mencegah usus bolong (pendarahan usus).
4.       Induksi energi.  TNBB kaya dengan asam aminoessensial, Vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh yang sakit.
5.       Imunomodulator.  Tahitian Noni dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga tubuh mampu melawan kuman Salmonella tiphi.
6.       TNBB dapat melewati saluran empedu sehingga dapat memberantas kuman di dalam kandung emfedu.

Takaran Penggunaan
TNBB Original:  3x 60 ml/hari (kondisi biasa) atau 60 ml/2 jam
TNBB Extra:  3 x 30 cc / hari (kondisi biasa) atau 30 ml setiap 2 jam

Kamis, 14 Februari 2013

Memilih Produk dengan Penelitian Berdasarkan Uji Klinis


Penelitian dengan uji klinis adalah penelitian menguji potensi manfaat.  Keamanan dan mekanisme kerjanya dari komponen aktifnya kepada manusia sebagai obyek penelitiannya.


Seberapa penting Penelitian ini?
Dibanding penelitian pada skala laboratorium (Invitro) atau penelitian dengan obyeknya hewan, Human Clinical Trial jauh lebih menggambarkan kondisi sebenarnya kerja komponen aktif itu di dalam tubuh.  Selain itu, penelitian ini sangat valid / diakui keabsahannya karena didesign dengan pembanding yang sangat ketat dan berganda (double blind, place controlled model).  Tidak satupun para peserta/sample penelitian dan para operator penelitian mengetahui apa treatment/perlakuan kepada sample penelitian sampai penelitian ini selesai.

Tahitian Noni Purwakarta
Penelitian Uji Klinis juga menjadi sangat diakui oleh penlitian dalam skala lebih besar bila sudah memiliki peer-reviewed.   Penelitian dengan peer-reviewed ini sudah dibaca oleh peneliti independet sesuai asosiasi terkait dengan klaim yang dibuat untuk menilai keakuratan dengan metodologi yang digunakan.  Jadi: Double blind, Placebo controlled dan peer-reviewed studies merupakan “Gold”  standard pada penelitian Ilmiah.  Tahitian Noni Bioactive Beverage memiliki ketiga standar di atas.

Bagaimana dengan ORAC?
Test ORAC dikembangkan oleh National Institute of Healt untuk mengukur kandungan antioksidan pada makanan atau produk tertentu.  Angka-agka tersebut bisa memberikan interpretasi yang salah.  Sesungguhnya hal ini hanya menunjukkan antioksidan dalam produk tanpa menentukan manfaatnya untuk kesehatan manusia karena angka tersebut menunjukkan kekuatan di luar tubuh manusia (invitro).  Manfaatnya belum diketahui saat masuk di dalam tubuh.